DPO Poso Menyerahkan Diri.
Salah seorang DPO poso menyerahkan diri, minggu(10/2). pelaku yang di duga terlibat dalam kelompok jaringan garis keras itu sebelumnya bersembunyi di enrekang, sulawesi selatan.(sulteng post)senin 11,Feb,2013POSO - Keindahan Danau Poso sebagai objek wisata alam tak diragukan lagi. Tapi, objek wisata yang pernah ramai dikunjungi wisatawan asing di tahun 90-an itu, kini mulai terancam keberadaannya. Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM mengatakan, Danau Poso sekarang sudah mulai mengalami pendangkalan. Tingkat pendangkalannya pun cukup mengkhawatirkan. Tingkat pendangkalan Danau Poso bisa dilihat dengan kondisi bibir pantai yang makin melebar dari yang ada sebelumnya. “Kalau tidak dijaga, danau akan makin dangkal,” ujarnya.
Bupati Piet Inkiriwang memastikan, pendangkalan Danau Poso
terjadi akibat perambahan hutan di sekitar wilayah pegunungan danau.
“Hutan di sekitar danau sudah rusak. Penyebabnya karena pencurian kayu
di (hutan) sana marak,” jelas Inkiriwang. Menurut bupati, hutan di
wilayah Danau Poso saat ini dalam kondisi kritis dan sangat rawan aksi
illegal logging. “Semua masyarakat berkewajiban menjaga kelestarian
keindahan Danau Poso itu,” sebutnya.
Dinas Kehutanan Poso merilis, hutan di daerah itu yang masuk dalam
kondisi kritis sudah mencapai 30 ribu hektar atau 6 persen dari total
luas hutan 500 ribu hektar. Penyebab utama kerusakan hutan adalah
pembalakan liar yang makin marak. “Pembalakan liar ini dilakukan oleh
oknum-oknum pengusaha kayu nakal. Mereka keluar masuk hutan untuk
merambah dan mencuri kayu yang ada. Lalu kayu itu mereka jual keluar
daerah. Ini yang terjadi sekarang,” beber Inkiriwang.
Daerah merugi besar akibat pencurian kayu itu. Tidak sepeser pun uang
masuk ke kas daerah. Sebagai kepala daerah dan pemerintahan, Bupati
Inkiriwang mengaku sudah banyak memberikan informasi sekaligus motivasi
untuk pemberantasan illegal logging di Poso. Namun disayangkan greget
atau respons dari pihak berwenang (aparat penegak hukum) sangat lamban,
bahkan nyaris tanpa tindakan. Jika tidak segera ditindak tegas, bupati
khawatir ancaman kerusakan hutan di Poso akan lebih besar dari yang ada
sekarang.
Guna meminimalisir kritisnya hutan di Poso, pemerintah daerah setempat
menggiatkan program penanaman pohon kepada seluruh masyarakat. Caranya,
adalah Pemkab Poso melalui dinas terkait membagi-bagikan bibit pohon
kepada masyarakat untuk ditanam di wilayah dan lingkungannya
masing-masing.(bud)
Polisi Ringkus Seorang Akademisi
** Diduga Aktor Kerusuhan Malei
DONGGALA - Salah seorang aktor intelektual yang diduga berada dibelakang kasus kerusuhan terkait masalah pertambangan di Desa Malei Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala, akhirnya ditahan Polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian Resort (Polres) Donggala, Selasa (27/11) kemarin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar